Tepatkah Jika Pinjaman Tanpa Agunan Digunakan untuk Liburan?

Pinjaman Tanpa Agunan Digunakan untuk Liburan

Tepat atau tidak, sebetulnya tergantung Anda dalam memaknai liburan itu sendiri. Mengingat pinjaman tanpa agunan ini digunakan untuk hal yang bersifat konsumtif semata. Sebagian orang mungkin tidak penting. Sebagian lagi bilang penting. Untuk memaknai tepat atau tidaknya pinjaman uang untuk liburan, simak hal-hal berikut ini.

Meminjam Uang untuk Memenuhi Janji

Janji adalah hutang. Begitu kata pepatah. Bagaimana jika utang ditambah dengan utang? Misalnya dengan meminjam uang untuk melunasi janji liburan tersebut? Katakanlah suatu hari Anda memberikan janji pada si anak, bahwa kalau berhasil meraih peringkat 1 di kelas, akan diajak jalan-jalan. Tepatnya pada akhir tahun.

Rupanya, di akhir tahun tersebut, Anda mengalami berbagai hal pelik. Usaha yang macet, kebutuhan rumah tangga berlebih, harus menghadiri undangan pernikahan, dan sebagainya. Kalau ditotal, keuangan Anda saat itu tengah sekarat. Padahal si anak berhasil meraih peringkat 1 dan menagih janji. Mau tidak mau harus meminjam uang, kan?

Meminjam Uang karena Kurang Sedikit Saja

Katakanlah Anda hendak liburan ke Praha. Semuanya sudah Anda rancang sedini mungkin. Mulai dari tempat mana saja yang haru dikunjungi, tiket PP, akomodasi, tiket masuk wisata, shopping, biaya transpor, visa, dan biaya tak terduga. Singkatnya, semua sudah oke sesuai dengan keinginan dan yang dijadwalkan.

Ternyata, ketika hampir berangkat, datang saudara dari jauh dan menginap beberapa hari. Padahal saat itu sudah waktunya liburan ke Praha. Kebetulan keuangan Anda tengah menipis. Solusinya tentu harus mengajukan pinjaman tanpa agunan. Mungkin 2 juta atau lebih. Tergantung perhitungan ulang sebelum berangkat.

Memiliki Kesiapan Mental untuk Membayar Cicilan Usai Liburan

Mayoritas, manusia itu hanya mau enaknya saja. Berbagai risiko dan akibat dipikir belakangan. Sebaiknya jangan seperti itu. Sebelum meminjam uang untuk liburan, pertimbangkan cicilan bulanan yang harus dibayarkan setelah pulang. Jika tidak ingin memberatkan perasaan orang yang Anda ajak liburan, persiapkan secara mandiri saja.

Jika berencana mengambil KTA untuk liburan, lebih baik ancang-ancang dulu. Ambil jarak antara waktu peminjaman, beli tiket pesawat, serta hari-H-nya. Fokuskan dulu pada pekerjaan maupun bisnis yang tengah Anda jalankan. Dengan begitu, jadwal yang Anda pakai untuk liburan memang betul-betul free. Bukan saat hari sibuk. Jadi lebih siap bayar cicilan deh.

Bijak dalam Menggunakan Uang Pinjaman Tanpa Agunan

Ada sebuah trik yang mungkin ingin Anda coba. Ketika berniat untuk mengambil pinjaman, lebih baik pinjam 2 kali lipat dari yang dibutuhkan. Kemudian pilih tenor yang agak lama. Tapi tidak terlalu lama. Lalu setelah disetujui, sisihkan 50%. Dengan begitu, 50% uangnya kan pas untuk liburan.

Kadang para nasabah khawatir bakal kesulitan dalam membayar cicilan setelah liburan. Apalagi dengan jumlah yang dinaikkan 2 kali lipat. Begini. Ketika pulang dari liburan kan lagi habis-habisan uang. Separuh dana yang disisihkan itu bisa dipakai untuk bayar cicilan. Selanjutnya, bisa dibayar dengan penghasilan pribadi kembali. Intinya biar tidak telat, gitu.

Pinjam Uang untuk Liburan Bareng Kakek-Nenek Sesekali

Berhubung yang diajak liburan adalah kakek-nenek, tentu semua biaya wajib Anda tanggung. Ketika akhirnya mengambil pinjaman tanpa agunan, lebih baik sembunyikan saja. Tugas Anda memastikan kalau kakek-nenek bahagia selama liburan. Pilih tempat yang teduh dan tidak terlalu sulit dijamah. Bukankah Anda ingin membahagiakan mereka di usia senja?

Sekali lagi, tepat atau tidaknya mengajukan pinjaman tanpa agunan tergantung pribadi masing-masing. Pertimbangan di atas setidaknya bisa dijadikan ilustrasi untuk renungan sebelum benar-benar meminjam uang untuk liburan. Kalau boleh kasih saran, lebih baik bikin rencana sematang-matangnya lebih dahulu. Terutama kalau ingin liburan ke tempat jauh.